Geowisata
Geotrail
Jalur yang merangkai geosite menjadi satu kisah, dari kaldera di puncak hingga ke pesisir.
Geotrail menghubungkan beberapa geosite sehingga pengunjung dapat melihat keterkaitannya: letusan yang membentuk kaldera, air yang mengalir darinya, serta desa dan pura yang tumbuh di sekitar air itu. Jalur-jalur di bawah ini adalah titik awal untuk merencanakan kunjungan.
[VERIFY: ganti dengan geotrail resmi Geopark, lengkap dengan peta dan papan interpretasi, setelah dikonfirmasi]
Lima cara membaca bentang alam
| Jalur | Yang akan Anda lihat |
|---|---|
| Jalur kaldera | Sembalun ke Senaru melintasi bibir kaldera Samalas, turun ke Danau Segara Anak dan mata air panasnya. Dua hingga empat hari, bersama pemandu terdaftar. Geosite: Lembah Sembalun, Kaldera Samalas, Danau Segara Anak, Gunung Barujari. |
| Jalur budaya utara | Desa-desa adat Sasak dan masjid kuno di Bayan, serta air terjun di lereng utara gunung. Satu hingga dua hari. Geosite: Masjid Bayan Beleq, desa adat Senaru, Segenter, Masjid Kuno Gumantar, air terjun Bayan. |
| Jalur pesisir barat | Pantai pasir hitam vulkanik antara Senggigi dan Malimbu, Pura Batu Bolong, dan pulau-pulau karang Gili Matra. Satu hari, lewat darat dan laut. Geosite: Batu Bolong, Kerandangan, Malimbu, Gili Matra. |
| Jalur mata air dan pura | Air yang jatuh di Rinjani dan muncul sebagai mata air di dataran rendah, beserta pura dan taman yang dibangun di sekitarnya. Satu hari dari Mataram. Geosite: Taman Narmada, Pura Suranadi, Pura Lingsar, Nuraksa Sesaot. |
| Air terjun lereng selatan | Air terjun dan hutan di lereng selatan dan timur, dari Aik Berik hingga Kotaraja. Satu hingga dua hari. Geosite: Aik Berik, Joben, Jeruk Manis, Masjid Kotaraja. |