Langsung ke konten
Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark
Edukasi

Penelitian

Rinjani-Lombok adalah laboratorium hidup bagi vulkanologi, ekologi, dan kajian tentang cara manusia beradaptasi dengan keduanya.

Hasil penelitian Geopark yang paling dikenal memecahkan teka-teki lama. Inti es dari Greenland dan Antarktika merekam letusan besar pada pertengahan abad ke-13 yang sumbernya tidak diketahui. Pada 2013, tim yang dipimpin Franck Lavigne menggunakan penanggalan, sebaran endapan batu apung dan abu, serta naskah lontar berbahasa Jawa Kuno (Babad Lombok) untuk mengidentifikasinya sebagai Samalas, pada 1257.

Penelitian terus berlangsung tentang aktivitas Barujari, danau kaldera, hutan dan air pulau ini, serta budaya masyarakat Sasak.

Meneliti di Geopark

Peneliti yang bekerja di dalam Taman Nasional Gunung Rinjani memerlukan izin dari balai taman nasional, dan peneliti asing juga memerlukan izin penelitian nasional. Badan Pengelola dapat membantu menghubungkan peneliti dengan mitra dan masyarakat setempat, dan meminta agar hasil penelitian dibagikan kepada Geopark.

[SUPPLY: mitra penelitian, publikasi terbaru, dan kontak penelitian Badan]

Ada pertanyaan, gagasan, atau rencana kunjungan rombongan? Badan Pengelola siap membantu.