Langsung ke konten
Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark
Tentang Geopark

Kisah Geologi

Bagaimana gunung api di zona subduksi membangun sebuah pulau, menghancurkan dirinya pada 1257, lalu mulai tumbuh kembali.

Pulau yang dibangun gunung api

Lombok adalah bagian dari busur vulkanik Sunda, yang terbentuk di tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Magma yang naik dari tumbukan itu membangun gunung-gunung api di utara pulau, yang terbesar adalah Gunung Rinjani, setinggi 3.726 m, salah satu gunung api tertinggi di Indonesia.

Letusan tahun 1257

Di samping Rinjani dahulu berdiri gunung api lain, Samalas, yang diperkirakan setinggi sekitar 4.200 m. Pada 1257 gunung ini meletus dengan kekuatan luar biasa: penelitian yang dipimpin Lavigne dan rekan-rekan (2013) memperkirakan sekitar 40 km³ material dan kolom letusan hingga 43 km, menjadikannya salah satu letusan terbesar dalam beberapa ribu tahun terakhir. Sulfurnya ditemukan di lapisan es Greenland dan Antarktika.

Letusan itu mengosongkan tubuh gunung, yang kemudian runtuh menjadi kaldera berukuran sekitar 6 kali 8,5 km dengan kedalaman sekitar 800 m. Abu dan batu apung mengubur daratan di sekitarnya, termasuk Pamatan, pusat sebuah kerajaan Lombok lama.

Gunung api baru di dalam danau

Kaldera itu terisi air dan menjadi Danau Segara Anak. Dari sisi timurnya, kerucut muda Gunung Barujari tumbuh dan masih aktif, dengan beberapa letusan dalam beberapa dekade terakhir. Di sekitar gunung, mata air panas, gua, air terjun, dan pantai vulkanik di pesisir adalah bagian dari kisah yang sama.