Langsung ke konten
Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark
Danau Segara Anak dan kerucut muda Gunung Barujari di dalam Kaldera Samalas

Geopark Global UNESCO Rinjani-Lombok

Bentang alam hidup yang terbaca dari batuannya

Pada 1257 Gunung Samalas meletus dengan kekuatan yang terasa di seluruh dunia. Kalderanya, Gunung Rinjani, dan kawasan di sekitarnya menjadi Geopark Global UNESCO sejak 2018.

2018
Ditetapkan sebagai Geopark Global UNESCO
2.850 km²
Luas kawasan Geopark di Pulau Lombok
47
Geosite: 22 situs geologi, 17 situs budaya, dan 8 situs biologi
2026
Sertifikat Kartu Hijau diterima di UNESCO, setelah revalidasi 2025

Letusan yang mengubur sebuah kerajaan

Samalas adalah gunung api yang dahulu berdiri di samping Gunung Rinjani saat ini. Ketika meletus pada 1257, gunung ini runtuh dan membentuk kaldera yang kini menampung Danau Segara Anak. Abu dan batu apung mengubur Kota Pamatan, pusat sebuah kerajaan Lombok lama, dan sulfur dari letusan itu mencapai lapisan es di kedua kutub bumi.

Geopark menceritakan kisah ini melalui tempat-tempat yang masih menyimpannya: bibir kaldera, kerucut baru Gunung Barujari yang tumbuh dari danau, endapan batu apung, air terjun dan gua di lereng gunung, serta pantai vulkanik di pesisir.

Kaldera Samalas dilihat dari bibir kawah

Tiga jenis geosite

Geologi menjadi yang utama dalam sebuah Geopark, tetapi tidak pernah berdiri sendiri: bentang alam yang sama membentuk ekosistem dan budaya.