Terletak di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, pura ini dibangun sejak tahun 1714. Di dalam kompleks pura terdapat dua bangunan utama, yaitu Pura Gaduh, yang digunakan umat Hindu untuk beribadah kepada Tuhan, dan Pura Remally yang terletak di sebelah Pura Gaduh, yang merupakan tempat suci bagi para pengikut Islam Watu Telu untuk ziarah keagamaan dan melaksanakan upacara tradisional. Di dalam Pura Gaduh terdapat batu-batu suci yang diyakini menjadi perantara dalam pemujaan terhadap Sang Hyang Widh Wase.
Pada bulan ketujuh kalender Sasak, Perang Topat diadakan sebagai wujud kegembiraan dan rasa syukur atas hasil panen yang telah mereka peroleh. Kedua bangunan suci ini mencerminkan rasa toleransi dan saling menghormati yang tinggi di antara para pemeluk agama yang berbeda pada masa itu.


