Kepulauan Gili Matra (Gili Meno, Trawangan, Air)
Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara
Gili-gili adalah pulau-pulau kecil yang terletak di lepas pantai Pulau Lombok. Yang paling populer adalah kawasan Gili Indah yang terdiri dari tiga pulau, yaitu Gili Meno, Gili Trawangan, dan Gili Air. Gili Trawangan adalah pulau kecil yang daratannya terdiri dari pasir pantai putih yang terbentuk dari sedimen fragmen karang, cangkang tiram, dan fosil foraminifera, baik berbutir halus maupun kasar. Di ujung selatan pulau terdapat batuan berstruktur lava, yang terdiri dari basal dan membentuk bukit landai dengan ketinggian maksimum 100 m di atas permukaan laut rata-rata. Lava bantal di kawasan ini terbentuk setelah lava panas bersentuhan dengan air laut.
Selama Perang Dunia II, tentara Jepang menggunakan pulau-pulau ini sebagai pos pengamatan. Sisa-sisa dari era tersebut meliputi sebuah bunker di bukit Gili Trawangan dan bangkai kapal patroli di kedalaman 45 meter di teluk sisi selatan Gili Air (kini menjadi lokasi selam yang populer). Di kawasan ini terdapat pusat selam, hotel, pelabuhan untuk kapal penyeberangan, serta sarana transportasi tradisional (Cidomo) untuk berkeliling pulau.
Gili Meno adalah pulau kecil seluas sekitar 1,86 km² dengan danau air asin berbentuk bulat. Permukaan pulau ini ditutupi sedimen aluvial pantai yang teksturnya bervariasi, mulai dari halus hingga sangat kasar. Di sisi selatan danau terdapat sumber air tanah di lepas pantai yang diperkirakan merupakan rembesan air tanah dan memengaruhi pertumbuhan karang unik yang disebut karang biru.
Di kedua pulau Gili tersebut, masyarakat setempat dan pemerintah bekerja sama dalam melestarikan serta meningkatkan kesadaran lingkungan untuk melindungi ekosistem lokal seperti terumbu karang, penyu, dan kehidupan laut lainnya. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan nasional yang bernama Taman Wisata Perairan Gili Matra (Gili Matra Water Park).


